This is Cremona

Foto saya
bandar Lampung, Lampung, Indonesia
Unit Kegiatan Mahasiswa Fakultas Bidang Karya Tulis UKMF BKT Cremona Universitas Lampung Jl. Prof. DR. Soemantri Brojonegoro No.1 Rumah Ferrocement Fakultas Teknik Gedong Meneng Bandar Lampung 35145
Tampilkan postingan dengan label Galih Pamungkas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Galih Pamungkas. Tampilkan semua postingan

Jumat, 04 Mei 2012

Teknologi Hemat Bahan Bakar ala Mio J




Teknologi injeksi YMJET-FI (Yamaha Mixture Jet-Fuel Injection) memang sudah dipakai pada beberapa varian Yamaha sejak 2009. Yamaha Fiore jadi yang pertama, tapi ternyata YMJET-FI yang ada di Mio J dan Fiore beda generasi! Penasaran bedanya? Baca terus...

Kita mulai dari cara kerja YMJET-FI. Pada throttle bodinya, YMJET-FI dirancang memiliki dua katup butterfly. Upstream throttle body atau katup primer terletak di moncong throttle body yang dekat dengan filter udara, sedang downstream throttle body atau katup sekunder mengarah langsung ke intake manifold atau pada YMJET-FI disebut dengan main air passage.

Kedua katup ini mulai bekerja ketika selongsong gas dibuka. Saat throttle terbuka kurang dari 10 persen maka hanya katup primer yang terbuka. Aliran udara yang masuk ke ruang bakar lewat selang air assist passage tanpa lewat intake manifold. Kondisi ini bertahan sampai putaran mesin 4.000 sampai 5.000 rpm.

Makin dalam putaran gas dibuka, maka katup sekunder akan mulai terbuka. Dalam kondisi ini aliran udara mulai masuk lewat intake manifold. Sedang kerja selang air assist passage secara perlahan benar-benar berhenti setelah selongsong gas dibuka penuh.

Pada putaran rendah, aliran udara sengaja dipaksa melewati selang air assist passage. Tentunya untuk mendapatkan asupan udara yang efisien. Tidak kebanyakan tapi memiliki tekanan yang lebih besar.

Apalagi selang air assist passage juga mampu memberikan efek turbulensi dan didukung dengan fuel pump baru dengan tekanan lebih tinggi, mencapai 324 Kpa. Akhirnya kabut bahan bakar jadi lebih halus, pembakaran makin sempurna. Torsi jadi mantab tapi efisiensi bahan bakar didapat.

Jadi jangan heran kalau putaran bawah Mio J ini terasa lebih responsif. Putaran mesin tidak perlu terlalu tinggi untuk membuat skubek baru Yamaha ini melaju.

Efisiensi pada putaran rendah yang disasar Yamaha ini sesuai dengan cara berkendara normal sehari-hari. ""YMJET-FI sangat efektif di economic zone, yaitu di kecepatan 20 sampai 55 km/jam," ungkap M Abidin, Assistant GM Technical, Yamaha Indonesia.

Lalu dimana bedanya dengan generasi pertama YMJET-FI? Ternyata ada pada posisi selang air assist passage. Pada generasi pertama sejajar dengan injektor. Sedang pada generasi kedua posisinya sedikit digeser dan aliran udaranya ditabrakan ke dinding intake.

"Efeknya aliran turbulensi campuran bahan bakar yang tercipta menjadi lebih baik. Arah aliran dan kabut bahan bakar yang sangat halus menciptakan pembakaran yang lebih ideal," jelas Abidin. Makin efisien deh!

Langsam Diatur Idle Speed Control

Diatas dijelaskan kalau katup primer dan sekunder bekerja mengalirkan udara saat selongsong gas mulai diputar. Padahal saat langsam, kedua katup ini menutup. Nah, pada kondisi seperti ini, aliran udara diatur oleh Idle Speed Control.

Udara dialirkan melalui selang air assist passage. Perangkat ini menjaga agar saat langsam, putaran mesin tidak lebih dan kurang dari 1.600 rpm.

Sumber: motorplus.otomotifnet.com

Kamis, 26 April 2012

Exploration of Chemical Engineering Student Activities (EXCESS)

Selasa, 24 April 2012 Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia (HIMATEMIA) mengadakan seminar nasional di auditorium perpustakaan UNILA dengan tema Comparison Renewable Energy and Unrenewable Energy in Indonesia from waste effect , cost, and humanity.
Seminar ini merupakan puncak dari rangkaian acara Exploration of Chemical Engineering Student Activities (EXCESS) yang dimulai sejak tanggal 3 Maret 2012 sampai 24 April 2012, sekaligus bagi-bagi hadiah lomba  antara lain : scrabble, battle of brand, News casting, dan LKTI. tujuan dari kegiatan seminar ini adalah untuk mengenalkan energi yang bisa diperbaharui atau yang tidak bisa diperbaharui yang ada di Indonesia, dengan pemateri:
  1. Dr. Agus R. Hotman, M.T. (Kementerian Riset dan Teknologi), materi: Potensi Energi di Indonesia
  2. Bpk. Rohmat Widodo, S.Si (PT. Medco Ethanol Lampung), materi: Proses Engineering
  3. Dr. Man Kartolaksono Reksuwardojo, M.T. (Ahli Konsentrasi Biodiesel ITB), materi: Pemanfaatan dan Penggunaan Biodiesel di Indonesia
  4. Imam Nurhad, S.T (PT. Pertamina RU III Palembang), materi: General Engineering
Berikut merupakan foto-foto dari kegiatan tersebut:






Jumat, 20 Januari 2012

Drainase Buruk, Genangan Air di Mana-mana‎

Hujan deras disertai dengan angin kencang melanda sebagian besar wilayah Bandar Lampung dan sekitarnya pada Jum'at sore, 20 Januari 2012. Genangan air yang cukup tinggi terjadi di depan gedung E dan Parkiran Motor Gedung H Fakultas Teknik. Disinyalir, genangan itu Timbul akibat infrastruktur drainase yang sudah lama tak terawat dan banyak yang mampet. "Setiap kali hujan, dalam tempo lama maupun singkat selalu terjadi genangan air di Tempat parkir ini", ungkap Fiskan Yulistiawan (Teknik Mesin 2010).

Foto genangan air didepan Gedung E Fakultas Teknik

 Foto genangan air didepan Gedung E Fakultas Teknik 
 Foto genangan air Parkiran Motor  Gedung H Fakultas Teknik 

Rabu, 28 Desember 2011

Praktikum oh Praktikum


Praktikum. Itulah yang menjadi kesibukan dan rutinitas anak- anak Fakultas Teknik UNILA menjelang setiap akhir semester. Praktikum memang hal yang wajar untuk setiap Fakultas di perguruan tinggi Indonesia, akan tetapi menjadi sebuah masalah saat jadwal praktikum yang tidak konsisten dan sering kali tidak terkoordinasi jadwal satu praktikum dengan praktikum yang lainnya,sehingga seringkali mahasiswa harus mengorbankan matakuliahnya. Dan juga,jadwal praktikum yang seringkali dekat dengan jadwal UAS.

Sebagai indikator kelulusan sebuah mata kuliah (3 sks), praktikum adalah hal yang mutlak untuk dilakukan dan dijalankan oleh mahasiswa yang bersangkutan jika menginginkan lulus dari mata kuliah yang diambil. Hal ini tidak akan menjadi beban bagi mahasiswa bila pelaksanaan praktikum dilakukan tidak bersamaan atau praktikum dilakukan saat awal atau pertengahan kuliah. Selama ini praktikum – praktikum yang ada selalu dilakukan pada saat menjelang akhir semester perkuliahan. Tentunya ini menjadi sebuah beban tersendiri bagi mahasiswa.

Sebenarnya kejadian diatas dapat diminimalisir oleh fakultas dengan mengambil kebijakan bahwa setiap praktikum yang dilakukan harus mampu membuat mahasiswa nyaman dengan fasilitas dan ke-kooperatifan semua pihak, bukan membuat mahasiswa menjadi tertekan. Bukankah salah satu indikator tingkat keberhasilan pendidikan adalah menciptakan suasana adiktif terhadap pembelajaran kelas.

Faktor lain yang menjadi penghambat selama ini adalah ketersediaan sarana dan prasarana di laboratorium terutama alat dan bahan. Alat dan bahan yang ada di lab kondisinya sudah terbilang tua serta terkadang bahan untuk praktikum kadang tidak ditemukan. Hal ini berdampak pada persiapan dalam praktikum. Sehingga keefektifan pada semua pratikum kurang dapat terwujud dengan baik dan efisien.

Sabtu, 10 Desember 2011

Lagi-lagi masalah kebersihan

Kebersihan itu sebagian dari pada Iman, kata-kata ini tentu saja tidak asing ditelinga kita. Tetapi sulit sekali diterapkan dan direalisasikan oleh kita, salah satu contohnya saja yang terlihat pada foto dibawah ini.
foto 2 sampah yang berserakan
foto 1 sampah yang berserakan

Foto diatas adalah sampah yang berserakan didepan Gedung H fakultas teknik UNILA, kondisi ini tidak terlepas dari Pedagang kaki lima yang berjualan di parkiran gedung tersebut. Mahasiswa yang membeli jajanan dan sebagainya tidak membuang sampah pada tempatnya, dan memang tidak ada tempat sampah yang disediakan disana. Kami juga belum tahu, apakah pedagang terebut sudah memiliki izin berdagang disana. Semoga kita semakin sadar akan pentingnya kebersihan, kalau kondisi lingkungan tempat kita belajar bersih tentu saja kita dapat menuntut ilmu dengan nyaman.